Kondisi Hatimu Nilai Ibadahmu

Kondisi Hatimu Nilai Ibadahmu

Ada Orang Yang Saya Kenal.
Dia Itu Benar-Benar.
Kalau Bilang Secara Keagamaannya Dia.
Dia Sangat Taat.
Dia Rajin Doa.

Kondisi Hatimu Nilai Ibadahmu

Ada Orang Yang Saya Kenal.
Dia Itu Benar-Benar.
Kalau Bilang Secara Keagamaannya Dia.
Dia Sangat Taat.
Dia Rajin Doa.
Dia Sangat Rajin Ke Gereja Juga.
Ya Benar-Benar Taat.
Hari Raya Apapun Dia Itu Datang Paling Pagi Di Gereja.
Supaya Dia Bisa Duduk Di Depan.
Di Mata Manusia.
Mungkin Dia Adalah Orang Yang Kelihatan Sangat Beriman.
Takut Akan Tuhan.
Dan Lain Sebagainya.
Tapi Bagi Saya.
Karena Tuhan Memberi Saya Karunia Untuk Melihat Hati.
Tuhan Memberi Saya Karunia Untuk Mengetahui.
Kondisi Jiwa Seseorang.
Saya Melihat Dia Itu Adalah Jiwa Yang Keras Dan Kosong.
Kenapa Keras Dan Kosong.
Ya Karena Ada Dendam.
Yang Dia Tidak Bisa Lepaskan.
Dan Itu Mengeraskan Hatinya.
Dia Setiap Ada Orang Yang Salah Sedikit Aja Sama Dia.
Dia Sangat Marah.
Dia Emosi Dia Bahkan Membenci.
Orang Itu Langsung Diblok.
Dia Tidak Mau Berhubungan Sama Sekali.
Bahkan Ketika Orang Itu Menjelaskan Meminta Maaf.
Dia Nggak Mau Dengar.
Dia Bilang Saya Nangis Ke Tuhan.
Saya Doa Ke Tuhan.
Bagaimana Dia Nangis.
Dia Doa Ke Tuhan.
Tapi Dia Tidak Kenal Hatinya.
Padahal Poin Dari Iman.
Adalah Di Hati Kita.
Poin Dari Iman.
Adalah Hati Kita.
Harus Punya Kasih Seperti Tuhan.
Kalau Kamu Ngerasa Imanmu Tebal.
Imanmu Setebal Kamus Gitu.
Ya Itu Berarti Di Hatimu Harus Ada Kasih.
Berarti Di Hatimu Ketika Dari Kamu Bangun Tidur Hingga Kamu Tidur.
Itu Harusnya Tenang Damai.
Tapi Bagaimana Hati Yang Begitu Keras.
Menyimpan Dendam Pada Ibu Kandungnya Sendiri.
Yang Meninggalkan Dia Waktu Dia Kecil.
Itu Bisa Dipenuhi Kasih.
Susah Ya Dalam Hal Ini.
Luka Batinnya Belum.
Dilepas.
Walaupun Dia Nggak Pernah Cerita Sama Saya Bagaimana Kondisi Ibu Kandungnya.
Ya Tuhan Beritahu Saya.
Bahwa Memang Dia Ditinggalkan Oleh Ibu Kandungnya.
Dia Ngerasa Dibuang Begitu Saja.
Dia Tinggal Dengan Bapaknya.
Dan Besarnya Luka Dia Itu Yang Membuat Dia Menjadi Seperti Sekarang Ini.
Dia Berusaha Berjalan Ke Arah Tuhan.
Mengikuti Jalan Tuhan.
Tapi Itu Hanya Pikirannya.
Karena Hatinya Masih Berkutat Dengan Luka Yang Sama.
Bahkan Pada Suaminya.
Dia Jadi Sosok Yang Keras.
Sosok Yang Kasar.
Tapi Di Depan Banyak Orang Dia Jadi Sosok Yang Ketuhanan Sekali.
Kalau Ada Salah Sedikit Aja Dari Suaminya.
Atau Bahkan Dia Yang Buat Kesalahan.
Dia Salahkan Suaminya.
Mungkin Karena Banyaknya Manusia Yang Tidak Mengenal Hatinya Itulah.
Tuhan Memberi Karunia Pada Beberapa Orang.
Seperti Saya Untuk Mengenal Hati Orang.
Banyak Juga Orang Yang Konseling Ke Toko Saya.
Ketemu Saya Langsung.
Atau Secara.
Whatsapp Juga.
Ya Itu Saya Katakan.
Kamu Sadar Nggak.
Di Hati Kamu Ada Begini.
Begini-Begini.
Dia Bilang Enggak.
Saya Nggak Berasa.
Padahal Itu Ada Di Hatinya.
Dan Itulah Hal Yang Perlu Dia Lepaskan.
Dia Rilis Supaya Dia Bisa Berdoa Dengan Sungguh-Sungguh Kepada Tuhan.
Selama Ini Yang Berdoa Hanya Pikirannya.
Jadi Hatinya Tidak Ikut Berdoa.
Karena Hatinya Masih Dicengkram Oleh Emosi Emosi Negatif Seperti Dendam.
Luka Kesedihan.
Amarah Dan Banyak Lain.
Bahkan Sebelum Tuhan Pulihkan Saya-Saya Pun Pernah Ada Di Fase Seperti Itu.
Dan Saya Pun Tidak Mau.
Menjadi Diri Saya Sekarang Ini.
Sebenarnya Kalau Saya Di Posisi Dulu.
Saya Hanya Ingin.
Menjalani Hidup Saya.
Seperti Orang Pada Umumnya.
Tapi Ketika Tuhan Mau Saya.
Menjelaskan.
Hal Seperti Ini.
Walaupun Saya Harus Dihina.
Saya Harus Dibully.
Dianggap Aneh.
Dan Dianggap Saya Yang Sesat.
Saya Nggak Jadi Masalah.
Asal Kalian.
Mencerna Hal Yang Baik Dari Setiap Apa Yang Saya Sampaikan.
Kalaupun Ada Yang Buruk.
Kalian Bisa Abaikan.
Kenali Hati Kalian.
Itu Yang Selalu Saya Sampaikan.
Kalau Kalian Mau.
Doa Kalian Sungguh-Sungguh Pada Tuhan.
Secara Roh Jangan Punya Keterikatan Pada Iblis.
Seperti Kalian Mencari Orang Pintar.
Kalian Menyembah Hal-Hal Yang Salah.
Secara Roh Sembahlah Tuhan.
Ikatkan Diri Kalian Pada Tuhan.
Secara Hati.
Sadar Eling Kondisi Dirimu.
Kondisi Perasaanmu.
Jiwamu Luka-Luka.
Apa Yang Ada Di Hatimu.
Dan Minta Pemulihan.
Secara Pikiran.
Pikirkanlah Hal-Hal Positif Dan Baik.
Agar Ibadah Kita Itu.
Layak Untuk Dipersembahkan Di Hadapan Tuhan.
Karena Tuhan Tidak Hanya Memandang Fisik Kita.
Yang Tuhan Lihat Itu Hati Kita.
Yang Tuhan Lihat Itu Jiwa Kita.
Yang Tuhan Lihat Itu Roh Kita Pikiran.

Baca Juga :

Tag : #Kondisihati #Hati #Positivevibes #Ketenanganjiwa #Garamlukat #Solusikehidupan #Auranegatif #Ruqyah #Aura #Membersihkan.

Leave a Comment