Luka Batin Keluarga – Kisah Nyata – Tamat

Luka Batin Keluarga - Kisah Nyata - Tamat

Teman-Teman Tahu Nggak.
Dari Hal Sekecil Ini.
Luka Batin Yang Dialami Setiap Hari.
Kata-Kata Yang Negatif Yang Dilontarkan Oleh Bapaknya.

Luka Batin Keluarga – Kisah Nyata – Tamat

Teman-Teman Tahu Nggak.
Dari Hal Sekecil Ini.
Luka Batin Yang Dialami Setiap Hari.
Kata-Kata Yang Negatif Yang Dilontarkan Oleh Bapaknya.
Pukulan-Pukulan Dari Bapaknya.
Dan Juga Siksaan-Siksaan Lainnya.
Dipaksa Belajar.
Dan Lain Sebagainya.
Walaupun Tujuannya Baik Ya.
Tapi Penyampaiannya Kan Salah Ya.
Bapaknya Ini Sering Main Tangan.
Anak Ini Sudah Berkali-Kali Taruh Golok Di Lehernya.
Pikirannya Mau Bunuh Diri Aja.
Nggak Mau Pulang Ke Rumah.
Tapi Karena Ada Mama.
Jadi Masih Mau Pulang.
Dia Masih Sayang Dengan Mamanya Yang Memang Mengasihi Dia.
Mengurus Dia Dari Kecil.
Jadi Ibu-Ibu Ya.
Bapak-Bapak Juga Ya.
Kalau Kalian Punya Pasangan.
Yang Hanya Menyakiti Anak Kalian.
Menyakiti Diri Kalian.
Kalian Harus Pikir Baik-Baik.
Apakah Benar Keputusan Untuk Stay Bersama Selamanya Itu.
Saya Nggak Menyarankan Orang Untuk Cerai Tidak.
Tapi Kalian Harus Cari Bimbingan Konseling Yang Tepat.
Atau At Least.
Pisah Rumah Dulu.
Sampai Suasana Menenang.
Yang Terbaik Sih Ya Rumah Tangga Itu Tidak Ada Hal-Hal Seperti Ini.
Tidak Ada Kdrt.
Tidak Ada Kata-Kata Yang Menyakitkan Gitu Ya.
Tidak Ada Hinaan Hinaan.
Tidak Ada Paksaan Paksaan.
Melainkan Yang Penuh Kasih.
Itu Yang Terbaik.
Tapi Kalau Itu Terjadi.
Perhatikanlah Mental Anak-Anak Kalian.
Dan Juga Diri Kalian Sendiri.
Itulah Kenapa Carilah Pasangan Juga Yang Dalam Tuhan.
Yang Sama-Sama Mau Ke Arah Tuhan Gitu.
Manusia-Manusia Itu Tidak Mungkin Sempurna.
Manusia Itu Pasti Punya Kesalahan Juga.
Sama-Sama Punya Kekurangan.
Tapi Selalu Mau Jadi Lebih Baik Dan Selalu Mau Berusaha Saling Mendengar.
Hidup Berdasarkan.
Baik Dan Buruk Menurut Tuhan.
Bukan Menurut Kita Manusia.
Supaya Anak-Anak Kita Nggak Jadi Korban Kedepannya.
Kalau Kayak.
Gini Anak-Anak Punya Trauma Yang Besar.
Luka Batin Yang Besar.
Ke Psikiater Sudah Berkali-Kali.
Ketemu Nggak Titik Temunya.
Enggak Gitu Ya.
Hal Ini Mungkin Bisa Menjadi Pelajaran Bagi Kita.
Yang Punya Keluarga.
Jadilah Orang Tua Yang Benar-Benar Orang Tua.
Yang Bisa Mendidik Dan Memimpin Anak-Anak Kita.
Dan Semoga Kalian Yang Punya Masalah Seperti Ini Pun Bisa.
Mendamaikan Diri.
Sama-Sama Menurunkan Ego.
Mengalah Dan Bisa Menemukan Titik Temu.
Yang Pasti Sebagai Orang Tua.
Ketika Kita Memiliki Anak.
Tanggung-Jawab Kita Bukan Cuma Membesarkannya Dia.
Bukan Cuma Menyekolahkan Dia.
Tapi Bagaimana Kita Menumbuhkan Iman.
Juga Membentuk Karakter Hati Dan Pikirannya.
Dan Jangan Sampai Kita Jadi Orang Pertama Yang Menghancurkan Mentalnya.
Dan Anak Dan Ibu Ini Saya Sarankan Pembersihan Dulu.
Supaya Bisa Ibadah Dengan Lebih Baik.
Dan Puji Tuhannya Sih.
Ada Sesuatu Yang Berbeda Ketika Mereka Keluar Dari Toko Saya.
Yang Mana Berarti Tuhan Benar-Benar Menyentuh Hati Mereka.
Meringankan Beban Mereka.
Hanya Tinggal Bagaimana Mereka Menyelesaikannya Dengan Lebih Banyak.
Banyak-Banyak Lagi Beribadah Ke Tuhan.
Menambah Iman.
Kalau Masalah Itu Adalah Masalah Personal Antara Orang Tersebut Dengan Tuhan.
Yang Harus Saya Jelaskan.
Lah Saat Itu Ya Saya Nggak Bisa Open Di Sini.

Baca Juga :

Tag : #Energinegatif #Positiveenergy #Ketenangan #Melepaskanlukabatin #Auranegatif #Ketenanganjiwa #Aura #Ruqyah

Leave a Comment