
Ngirim Ke Beliau Dan Keluarganya.
Tapi Kemarin Di Hari Selasa.
Beliau Nelpon Saya.
Dia Bilang Terima Kasih Ya Mbak.
Melawan Santet Keluarga Besar Tamat- Kisah Nyata.
Ngirim Ke Beliau Dan Keluarganya.
Tapi Kemarin Di Hari Selasa.
Beliau Nelpon Saya.
Dia Bilang Terima Kasih Ya Mbak.
Karena Mbak Saya Udah Bisa Ikhlas Menerima Beliau.
Cerita Tuh Beliau Mandi.
Air Garam Lukat Ini.
Dia Muntah Muntah.
Dia Lemes Saya Udah Pesan Sebelumnya.
Kalau Kamu Sampai Rumah Saat Kamu Mau Pembersihan Nanti.
Ada Orang Yang Bikin Keributan.
Ada Orang Yang Bikin Masalah.
Sehingga Membuat Kamu Emosional Dan Menggagalkan Kamu.
Untuk Pembersihan.
Kamu Harus Lawan Dan Kamu Harus Tetap Pembersihan.
Dia Ingat Itu.
Tapi Dia Tetap Kepancing Nih Emosinya Karena Dia Berantem Sama Suaminya.
Tapi Dia Tetap Pembersihan.
Sampai Akhirnya Dia Muntah Muntah.
Dia Mual Anaknya Pun Dimandikan Sama Dia Ya.
Dan Akhirnya Suaminya Juga.
Rumah Pun Dibersihkan Sama Dia.
Dia Bilang Anaknya Jadi Lebih Tenang.
Bisa Dengerin Dia.
Cuman Anaknya Sering Bilang Kalau Masih Sakit Kepala.
Dan Dia Pun Masih Kadang-Kadang Tengkuknya Berat.
Cuman Pikiran Dan Hati Jauh Lebih Tenang.
Setidaknya Saat Dia Sembahyang Sekarang Dia Bisa Sembahyang Dengan Fokus.
Dan Dia Menerima Dengan Ikhlas.
Apa Yang Harus Dia Lewati Ini.
Karena Sebelumnya Dia Nggak Bisa Ikhlas.
Dia Bertanya-Tanya Terus.
Dan Waktu Dia Ketemu Dengan Saya Itu.
Ya Saya Menjelaskan Kenapa Dia Harus Melewati Ini Semua.
Beberapa Hal Yang Mengena Di Hati Saya.
Kata-Kata Dari Ibu Ini Adalah.
Begitu Banyak Garam Garam Seperti Garam Lukat Daya Ini Yang Lewat Di Vt Nya.
Tapi Dia Nggak Pernah Percaya Dan Nggak Pernah Interest.
Begitu Dia Ngelihat Saya Dengan.
Garam Lukat Daya Ini.
Dia Ngerasa Kalau Inilah.
Solusi Dari Tuhan Buat Dia.
Inilah Jawaban Tuhan.
Dan Hari Itu Tuhan Izinkan Kami Bertemu.
Kami Ngobrol Banyak.
Dan Ternyata Setiap Detik Di Obrolan Kami Itu Membuat Perubahan Dalam Dirinya.
Dia Lebih Tenang.
Lebih Bahagia.
Dan Saya Juga Emang Ngerasain Ada Beban Yang Diangkat Dari Hatinya Dia.
Dan Dia Bisa Ikhlas Menerima Takdirnya Itu Dulu.
Yang Penting Kita Sebagai Manusia Harus Ikhlas Dulu Menerima.
Kemudian Dia Juga Bilang Rasa Terima Kasihnya Karena Dia Bisa Ikhlas.
Inilah Teman-Teman Yang Membuat Saya.
Mau Untuk Bersusah-Susah.
Untuk Memberi Konsultasi Pada Orang.
Menolong Orang-Orang Chatting Saya.
Yang Memang Boleh Saya Bantu Gitu Ya.
Bahkan Orang-Orang Yang Tuhan Izinkan Untuk Ketemu Langsung.
Mungkin Datang Ke Toko Saya Atau Ketemu Langsung Di Manapun Saya Berada.
Kalau Saya Boleh Bantu.
Saya Pasti Bantu.
Karena Saya Senang Sekali Kalau Ada Satu Orang Saja.
Terselamatkan Dalam Hidupnya.
Bisa Kembali Ke Tuhan.
Dia Lebih Ikhlas.
Dalam Apapun Agamanya Dia.
Tapi Dia Punya Iman Ke Tuhan.
Dan Dia Menjalankan Ibadahnya Dengan Benar.
Itu Jadi Suatu Berkat Yang Akan Saya Bawa Terus-Menerus.
Dan Sampai Ke Anak Cucu Saya Juga.
Selain Itu Saya Mau Agar Apa Yang Saya Terima Dari Tuhan.
Karunia Ini.
Benar-Benar Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang.
Bukan Hanya Bagi Saya-Saya Selalu Berdoa.
Saya Bilang Tuhan Kalau Mau Pakai Saya Tuhan Pakai Saya.
Tapi Tuhan Juga Tolong Jaga Dan Lindungi Saya.
Tapi Kalau Kamu Ngerasa Ibadahmu Sudah Sangat Baik.
Kamu Sudah Melakukan Ibadahmu Dengan Sungguh-Sungguh Dan Tulus Dari Hati.
Tidak Pernah Berpikiran Negatif.
Ibadah Doamu Itu Kamu Pahami.
Apa Yang Kamu Ucapkan.
Dan Kamu Sungguh-Sungguh Ke.
Tuhan Saya Rasa Kamu Juga Nggak Perlu Garam Ini.
Tapi Ya Kalau Kamu Masih Dm Ke Saya.
Masih Ada Pertanyaan.
Masih Kepikiran Kamu Perlu Pembersihan.
Ini Berarti Apa Artinya.
Yang Tahu Itu Diri Kamu Sendiri.
Baca Juga : Baca Caption!!!! Melawan Santet Keluarga Besar Part 1 – Kisah Nyata.
Tag :
